Menjaga Kualitas Iman Setelah Puasa Ramadan

Umra.id, Jakarta – Ramadan baru saja meninggalkan kita. Tentu ada banyak kebaikan telah dilakukan. Akan tetapi, yang penting diperhatikan adalah apakah semua yang diamalkan di dalam Ramadan, berupa ibadah dan amal saleh yang begitu ringan dijalankan, dapat dipertahankan, bahkan diperkuat dan ditajamkan pada bulan-bulan pasca-Ramadhan.

Semua amalan itu tentu saja tidak boleh terhenti di dalam Ramadan semata, tetapi harus diupayakan untuk diamalkan pada bulan-bulan lainnya, sekalipun secara kalkulasi pahala, tentu saja Ramadan jauh lebih berlipat ganda balasannya dibanding dilakukan pada bulan yang lain. Namun, semangat untuk menjaga karakteristik takwa di dalam diri, mesti diupayakan sepanjang tahun dan sepanjang hayat.

Permasalahan yang tidak ringan adalah begitu Ramadan pergi, nuansa religius secara sosial langsung bubar kemudian lenyap. Di sini orang banyak yang lupa dengan kebaikan dirinya pada Ramadan.

Jika ditelusuri, mengapa Rasulul lah, sahabat, dan para ulama terdahulu menangis kala akan berpisah de ngan Ramadhan, tidak lain adalah karena menjaga takwa pada bulan selain Ramadan adalah benar-benar tidak mudah.

Menarik kita simak percakapan antara Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab. Ubay bertanya kepada Umar tentang makna takwa. Khalifah kedua ini malah balik bertanya, Pernahkah engkau berjalan di tempat yang penuh duri? Ubay bin Ka’ab menjawab, Ya, pernah. Apakah yang engkau lakukan? tanya Umar kembali.

“Tentu aku sangat berhati-hati melewatinya! jawab Ubay bin Ka’ab. Itulah yang dinamakan takwa, ujar Umar.

Semangat Ramadhan harus tetap dibawa pada bulan-bulan berikutnya meskipun tidak serajin saat bulan Ramadan. Kalau pun ada penurunan, jangan sampai terjun bebas. Jangan tinggal kan amal saleh 100 persen. Jika kita semua bisa mempertahankan semangat Ramadan dan tetap melakukan aktivitas ibadah kita seperti halnya saat Ramadan, maka sesungguhnya itulah ketaqwaan yang sebenar-benarnya antara seorang hamba dan Allah SWT.

Mari kita sama-sama terus berusaha untuk tetap menjaga ketaqwaan kita kepada Allah pada setiap waktu. Semoga kita tergolong hamba yang senantiasa mengingat Allah SWT.