Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID : KISAH AWAL MULA AIR ZAMZAM

Dipublikasikan pada 01 Feb 2024 02:41
https://api-uploads.umra.id/banner/2bc26d24-dc2b-43f0-b1c4-b2934a3bb9a5.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang KISAH AWAL MULA AIR ZAMZAM yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian pertama, klik disini

 

"Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zamzam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit."

(HR. At Thabrani, Mu'jam Al Kabir, No. 11004)

 

Kisah ini bermula ketika Nabi Ibrahim AS meninggalkan istrinya, Siti Hajar, dan putranya, Nabi Ismail AS, di padang pasir Makkah yang tandus dan tidak berpenghuni. Nabi Ibrahim AS menyerahkan mereka kepada Allah SWT dan berdoa agar Allah SWT melindungi dan memberi rezeki kepada mereka.

 

Siti Hajar dan Nabi Ismail tidak memiliki makanan dan minuman selain sedikit kurma dan air yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS. Ketika persediaan mereka habis, Siti Hajar mencari-cari sumber air di sekitar mereka, tetapi tidak menemukan apa-apa. Ia berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali, berharap ada orang yang bisa membantu mereka.

 

Ketika berada di puncak Marwah, Siti Hajar mendengar ada suara, lalu dia berkata dalam hatinya "diamlah" yang dia maksud adalah dirinya sendiri. Kemudian dia berusaha mendengarkannya, maka dia dapat mendengar suara itu lagi, lalu dia berkata; "Engkau telah memperdengarkan suaramu jika engkau bermaksud meminta pertolongan". Ternyata suara itu adalah suara malaikat Jibril yang berada di dekat Zamzam, lantas Jibril mengais air dengan tumitnya atau dengan sayapnya hingga air keluar memancar.

 

Ibunda Ismail mulai membuat tampungan air dengan tangannya, menciduk air dan memasukkannya ke geriba. Sedangkan air terus saja memancar dengan deras setelah diciduk".

 

Ibnu Abbas RA berkata, Nabi ﷺ bersabda: "Semoga Allah SWT merahmati Ummu Ismail (Siti Hajar) karena kalau dia membiarkan Zamzam" atau sabda beliau, "Kalau dia tidak segera menampungnya tentulah air Zamzam itu akan menjadi air yang mengalir".

 

Akhirnya dia dapat minum air dan menyusui anaknya kembali. Kemudian malaikat berkata kepadanya, "Janganlah kalian takut ditelantarkan karena disini adalah rumah Allah yang akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya dan sesungguhnya Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya". Pada saat itu Ka'bah Baitullah posisinya agak tinggi dari permukaan tanah seperti sebuah bukit kecil, yang apabila datang banjir akan terkikis dari samping kanan dan kirinya."

 

 

"Ibu Ismail AS, Siti Hajar, terus melewati hidup seperti itu hingga kemudian lewat serombongan orang dari suku Jurhum atau keluarga Jurhum yang datang dari jalur Bukit Kada' lalu singgah di hilir Mekkah. Kemudian mereka melihat ada seekor burung sedang terbang berputar-putar. Mereka berseru; "Burung ini pasti berputar karena mengelilingi air, padahal kita mengetahui secara pasti bahwa di lembah ini tidak ada air. Akhirnya mereka mengutus satu atau dua orang yang larinya cepat dan ternyata mereka menemukan ada air. Mereka kembali dan mengabarkan keberadaan air lalu mereka mendatangi air. Beliau berkata: "Saat itu Ibu Ismail AS sedang berada di dekat air". Mereka berkata kepadanya; "Apakah kamu mengizinkan kami untuk singgah bergabung denganmu di sini?". Ibu Ismail AS berkata; "Ya boleh, tapi kalian tidak berhak memiliki air". Mereka berkata; "Baiklah". 

Ibnu Abbas ra berkata; Nabi  bersabda: "Ibu Ismail menjadi senang atas peristiwa ini karena ada orang-orang yang tinggal bersamanya". Akhirnya mereka pun tinggal di sana dan mengirim utusan kepada keluarga mereka untuk mengajak mereka tinggal bersama-sama di sana". Ketika para keluarga dari mereka sudah tinggal bersama Siti Hajar dan Ismail AS sudah beranjak belia, dia belajar berbahasa Arab dari mereka, bahkan menjadi manusia paling berharga dan paling ajaib di kalangan mereka. (HR Al Bukhari No. 3364)

 

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang KISAH AWAL MULA AIR ZAMZAM semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus. 

 

Selain dapat dikunjungi melalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini   atau hubungi Hotline 

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini  lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.