Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID : SA'I, SHAFA DAN MARWAH

Dipublikasikan pada 03 Feb 2024 02:42
https://api-uploads.umra.id/banner/05dd557a-a069-4adc-8979-4ce49727d601.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang SA'I, SHAFA DAN MARWAH yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan sebelumnya, klik disini

 

 

"Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-umrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah [2]: 158).

 

 

Ayat ini menyebutkan, bahwa tempat Sa'i disebut juga tempat berthawaf yang artinya mengelilingi, Mas'a’ artinya tempat melaksanakan Sa'i, yaitu lari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sa'i antara Shafa dan Marwah merupakan rukun haji bagi mazhab selain mazhab Abu Hanifah. Apabila meninggalkan rukun ini, maka batal hajinya ataupun umrahnya. 

 

Pendapat kedua adalah pendapatnya Abu Hanifah, bahwa

Aku melihat Rasulullah  melakukan Sa'i antara Shafa dan Marwah, sementara manusia ada di depan beliau, dan Nabi  berada di belakang mereka. Ketika Nabi  melakukan Sa'i itu, aku lihat lutut beliau karena kesungguhan melakukan Sa'i, dan kain ihram beliau melambai ke kiri dan ke

kanan. Rasul  bersabda: "Bersa'ilah kalian, karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan Sa'i atas kalian." (HR Ahmad, No. 27408)

 

Dalam sanad yang lain disebutkan "Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan Sa'i kepada kalian maka bersa'i lah" (HR At Thabrani, No. 11274)

 

Sa'i adalah rangkaian ibadah setelah melakukan ibadah thawaf di Ka'bah, kecuali thawaf sunnah karena thawaf sunah tidak melakukan Sa'i. 

 

Aturan Sa'i, startnya dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir yang ketujuh di Bukit Marwah. Apabila melakukan Sa'i tidak boleh keluar dari area Shafa dan Marwah, dan sunnah hukumnya untuk tidak muwalat (tidak ada jeda) yang sifatnya tidak terlalu jauh saat melakukan Sa'i. Apabila masuk waktu shalat, maka tempat inipun bisa dipakai untuk melaksanakan shalat berjama'ah.

 

Sa'i antara Shafa ke Marwah terhitung satu kali, kemudian dari Marwah ke Shafa terhitung dua dan seterusnya sampai tujuh kali yang berakhir di Marwah. Adapun jarak tempuh antara Shafa dan Marwah sekitar 400 meter dilakukan sebanyak 7 kali, atau dengan total mendekati 3 kilometer. 

 

Shafa secara etimologi adalah Alhajaru Al-Amlas (batu yang licin) atau Al-Hijaratu Al-Aridh (batu datar lebar) adalah sebuah bukit yang tingginya sekitar dua meter, lebar tiga meter. Shafa jaraknya sekitar 130 meter dari Ka'bah. 

 

Bukit Shafa merupakan tempat bersejarah dakwah pertama di Makkah. Di tempat inilah terjadi beberapa peristiwa, diantaranya: 

 

Lokasi rumah Al-Arqam Ibnu Abi Al-Arqam adalah tempat dakwah Nabi ﷺ dan para sahabatnya ketika dakwah secara sembunyi-sembunyi. Sekitar 40 orang masuk Islam di tempat ini, termasuk Umar bin Khattab RA. 

 

Nabi ﷺ mengumpulkan penduduk Mekkah dan berceramah, yang kemudian ditanggapi negatif oleh Abu Lahab berikut istrinya. Abu Lahab mengatakan: untuk sekedar ini kami dikumpulkan. Maka turunlah Surat Al-Lahab "Celaka kedua tangan Abu Lahab sungguh ia celaka."

 

Masuk Islamnya istri Abu Sufyan (pembesar kota Makkah). Rasul ﷺ mengatakan, barangsiapa yang berada di rumah Abu Sufyan mereka akan selamat.

 

Marwah, secara etimologi adalah Hijaratun Baidhun (batu lonjong seperti telur) adalah tempat berbukit. Dahulu, terdapat Gunung Qaiqa'an. Marwah jaraknya sekitar 300 meter

dari Ka'bah.

 

Mas'a dari Masa ke Masa

 

Mas'a pada mulanya berbentuk lembah antara dua bukit Shafa dan Marwah. Selanjutnya terjadi renovasi atas dasar pertimbangan, diantaranya teriknya matahari dan semakin banyaknya Jama'ah yang melakukan Sa'i. Untuk pertama kalinya tempat Sa'i memakai atap dan masuk ke area Masjidil Haram. Itu terjadi pada zaman Raja Husein bin 'Ali bin Aun pada bulan Syawal 1341 H/1922 M.

 

Kemudian pada tahun 1366 H/1947 M, Raja 'Abdul Aziz bin 'Abdurrahman Alu Sa'ud (1293-1373 H) melakukan renovasi dan tambahan, yaitu dengan menambahkan tembok di tengah sebagai jalur untuk mereka yang memakai kursi roda.

 

Pada tahun 1368 H/1949 M di zaman Raja Sa'ud bin Abdul Aziz , Mas'a kembali diperluas menjadi dua lantai. Panjang tempat Sa'i bertambah menjadi 395 meter dengan lebar 20 meter, tinggi lantai sekitar 11,75 meter. 

 

Tahun 1374 H/1955 M pada masa Raja Faisal dilakukan penambahan tempat Sa'i; jalur yang menghubungkan Shafa dan Marwah dibelah menjadi dua bagian, ditambah bagian tengah untuk jama'ah yang uzur.

 

Tahun 1986 Raja Fahd bin Abdul Aziz kembali memperluas Masjidil Haram dan merenovasi tempat Sa'i. Proyek ini selesai tahun 1993.

 

Mas'a jadid adalah tempat Sa'i modern saat ini, sebenarnya tidak ada istilah jadid (baru), karena hal tersebut masih tetap pada asal pondasi nya. Saat ini terdiri dari tiga lantai, karena semakin banyaknya jumlah jamaah, sehingga mengharuskan untuk melakukan perluasan.

 

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang SA'I SHAFA DAN MARWAH semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus.

 

Selain dapat dikunjungi melalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini   atau hubungi Hotline 

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini  lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.