Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID : PADANG ARAFAH (2)

Dipublikasikan pada 13 Feb 2024 04:16
https://api-uploads.umra.id/banner/0ea6a86c-19bc-4c36-8a25-ee2944e1527f.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang PADANG ARAFAH (2) yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian pertama, klik disini

 

 

Sesungguhnya ada seseorang dari penduduk Nejed menghampiri Rasulullah , sedangkan beliau sedang berada di Arafah. la bertanya kepada baginda tentang haji maka beliau menjawab: "haji adalah Arafah", barangsiapa yang datang (ke Arafah) sebelum terbit fajar (pada hari wukuf) maka ia telah mendapatkan ibadah haji (wukuf). (HR. At-Tirmidzi, No. 889)

 

Batasan Wilayah Arafah

 

"Aku telah wukuf di sini dan Arafah seluruhnya adalah tempat untuk melaksanakan wukuf" (HR Muslim, No. 3011)

 

Bagian selatan adalah jalan menuju Thaif dan ujung utara terdapat bukit kecil yang dinamai Jabal Rahmah, karena kasih sayang Allah SWT kepada seluruh hambanya. Dinamai juga an-Nabitah yang berarti tertanam, karena seolah-olah bukit ini tertanam di bumi. Dinamai juga Jabal ad-Du'a (Gunung Pengharapan). 

 

Dibawah kaki bukit tersebut, terdapat bebatuan besar dan terjal, ketinggian bukit ini sekitar 65 meter, panjang lingkaran 640 meter, lebar sebelah timur 170 meter, lebar sebelah barat 100 meter, panjang sebelah utara 200 meter, panjang sebelah selatan 17 meter, tinggi dari permukaan laut 132 meter.

 

Bukit ini berada di antara jalan No. 7 dan 8, kurang lebih 1.5 kilometer dari arah Masjid Namirah. Di bagian puncaknya dikelilingi dinding dengan ukuran 57 centimeter, di tengahnya terdapat teras tinggi (dekkah) sekitar 40 centimeter. Sedangkan di bagian bawah masjid ini terdapat Masjid Shakhrat, di sana terdapat mata air Zubaidah yang menyemprotkan air dengan ketinggian 4 meter, berfungsi sebagai penyejuk udara di sekitar lokasi.

 

Saat ini pemerintah telah memberi rambu-rambu sebagai pembatas tanah Arafah, karena barangsiapa yang berada di luar lokasi Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah maka hajinya tidak sah.

 

 

 

Keistimewaan Hari Arafah

 

"Do'a yang paling afdhal adalah do'a di hari Arafah" (HR At-Tirmidzi, No. 3585)

 

Tiada hari yang Allah SWT lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka melebihi hari Arafah, dan bahwa Ia dekat. Kemudian malaikat merasa bangga dengan mereka, mereka (malaikat) berkata, 'Duhai apakah gerangan yang diinginkan mereka? (HR Muslim, No. 3354)

 

Pada hari Arafah diturunkan ayat, bahwa agama Islam telah sempurna:

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah [5]: 3).

 

Hari Arafah, hari Nahr (penyembelihan), dan hari-hari tasyrik adalah hari raya kita orang Islam, hari makan-makan dan minum-minum," (HR Ahmad, No. 17417)

 

Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab: "Menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya." (HR Muslim, No. 2804)

 

Amalan Hari Arafah

 

Bagi para jamaah haji, ada beberapa aktivitas yang mesti dilakukan sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ. 

 

Pada tanggal 8 Dzulhijjah Rasulullah ﷺ berada di Mina, kemudian saat matahari terbit berangkat dari Mina menuju Arafah pada pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah. Beliau berangkat menuju Arafah dengan mengendarai kendaraan Al-Qushwa (unta). Dalam perjalanan, disertai dengan talbiyah (labaik allahuma Labaik), tahlil (Lailaha ilallah) dan takbir. Sampailah Rasulullah di Masjid Namirah pada waktu Dzuhur kemudian melakukan Shalat Dzuhur dan Ashar dengan menjama' ashar (mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu) dengan sekali adzan dan dua iqamat. Selain shalat wajib, beliau tidak melakukan shalat apapun.

 

Rasulullah ﷺ bertolak menuju Arafah dan berkhutbah di Arafah. Rasulullah menyampaikannya saat matahari tergelincir. Kemudian beliau memperbanyak istighfar dan berdoa. Setelah terbenam matahari atau sebelum shalat Maghrib tiba, beliau bertolak ke Muzdalifah, tidak menunggu shalat Maghrib, akan tetapi shalat Maghrib dan Isya dilaksanakan di Muzdalifah dengan cara men-Jama' Takhir.

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang PADANG ARAFAH (2) semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus.

 

Selain dapat dikunjungi melalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini   atau hubungi Hotline 

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini  lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.