Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID : MUZDALIFAH, TEMPAT SUCI KETIGA IBADAH HAJI

Dipublikasikan pada 24 Feb 2024 23:15
https://api-uploads.umra.id/banner/465cb664-69d3-4052-8f6b-09ddfc25a8d7.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang MUZDALIFAH, TEMPAT SUCI KETIGA IBADAH HAJI yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian pertama, klik disini

 

 

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram (QS. AI-Baqarah [2]: 198)

 

Muzdalifah adalah tempat suci ketiga dalam perjalanan ibadah haji, berlokasi di antara Mina dan Arafah. Area Muzdalifah terbentang di dua perbatasan antara Mina dan Muzdalifah, dibatasi oleh Wadi Muhassir (Lembah Muhassir). Sedangkan perbatasan antara Arafah dan Muzdalifah dibatasi dengan Ma'zamy (dua gunung yang saling berhadapan). 

 

Terdapat beberapa alasan mengapa lokasi ini diberi nama Muzdalifah: 

Pertama, diambil dari Zululfailail (tengah malam), karena banyaknya orang yang singgah di daerah ini pada waktu tengah malam. Atau berarti saling mengenal, karena di tempat itulah terjadi pertemuan Adam dan Hawa. 

 

Kedua, Al-Jam'u, yang berarti berkumpul. Diriwayatkan dalam hadits:

"Wa Jam'u kuluha Mauqifun." Muzdalifah seluruhnya adalah tempat mabit. (HR Muslim, No. 3011)

 

Luas kawasan Muzdalifah adalah 12,25 kilometer. Luas seluruhnya sekitar 963 hektar, yang dipakai jamaah haji untuk melakukan wukuf hanya 682 hektar. Muzdalifah saat ini merupakan areal lapangan terhampar,ntampak memanjang, ruas jalan selalu bergerak putar-balik (Taroddudy).

 

Di Muzdalifah terdapat masjid bernama Masy'aril Haram. Masjid ini menjadi saksi Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan Shalat Maghrib dan Isya. Rasulullah  ﷺ bertolak dari Arafah setelah terbenam matahari dan sampai di Muzdalifah pada saat Shalat Isya. Beliau melaksanakan Shalat Maghrib dan lsya secara Jama' dan Qashar yang dilakukan pada saat Isya (Jama' Takhir). (HR Muslim, No. 3164)

 

Sejarah berhaji orang kafir jahiliyah bertolak dari Arafah pada waktu setelah Ashar, dan melanjutkan wukuf di Muzdalifah di Masy'aril Haram. Mereka bertolak dari Muzdalifah dan menyangka, Rasulullah sama dengan orang Jahiliyah. Akan tetapi RasuluLlah ﷺ membatalkan semua yang dilakukan orang Jahiliyah. Rasulullah ﷺ bertolak dari Arafah setelah terbenam matahari dan menuju ke Muzdalifah. Lalu turunlah ayat ini:

"Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah [2]: 199).

 

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang MUZDALIFAH, TEMPAT SUCI KETIGA IBADAH HAJI semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus.

 

Selain dapat dikunjungi melalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini   atau hubungi Hotline 

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.