Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID : MASJID MASY'ARIL HARAM DI MUZDALIFAH

Dipublikasikan pada 27 Feb 2024 00:49
https://api-uploads.umra.id/banner/b9b1605c-4142-4f72-9f30-d5b4ffc90181.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang MASJID MASY'ARIL HARAM DI MUZDALIFAH yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian pertama, klik disini

 

 

 

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram (QS. AI-Baqarah [2]: 198)

 

Masjid Masy'aril Haram

 

Masjid ini terletak di kawasan Muzdalifah.  Dinamai Masjid Masy'aril Haram, karena masjid ini tertera dalam Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah [2]:199). Pada saat perjalanan Haji Wada, Rasulullah ﷺ bersabda di Masjid Masy'aril Haram: "Muzdalifah seluruhnya adalah tempat wukuf.”  (HR An Nasa'i, No. 3045)

 

Rasulullah ﷺ mengambil air wudhu, kemudian beliau memerintahkan untuk adzan dan iqomat lalu melakukan shalat Maghrib. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya untuk qomat dan melaksanakan shalat Isya, dan beliau tidak melakukan shalat diantara dua shalat tersebut. Setelah melaksanakan shalat, tidak ada amalan yang istimewa selain bertalbiah tahlil dan takbir sampai datang waktu Subuh. Beliau memerintahkan untuk adzan dan qomat shalat Subuh. Selesai shalat, beliau bergegas meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk Jumrah Aqobah. Konon orang jahiliyah dan kafir Quraisy meninggalkan Muzdalifah menuju Mina pada saat matahari terbit.

 

Wadi Muhassir

 

Adalah sebuah lembah yang terletak di perbatasan antara Mina dan Muzdalifah. Muhassir artinya melemahkan dan menahan. Disebut juga wadi an nar (lembah api), wadi muhalil (lembah bertahlil), karena jamaah haji membacakan tahlil dan bergegas.

Disana terdapat sejarah yang luar biasa. Kala itu tentara gajah Abrahah yang berniat menghancurkan Ka'bah tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Ka'bah. Allah SWT mengutus burung Ababil kepada pasukan gajah tersebut sampai mereka tewas semuanya. Dari sini, saat Haji Wada, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabatnya untuk bergegas meninggalkan lokasi yang diturunkan adzab langsung dari Allah SWT.

 

Allah SWT berfirman:

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fil [105]:1-5).

 

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang MASJID MASY'ARIL HARAM DI MUZDALIFAH semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus.

 

Selain dapat dikunjungi melalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini   atau hubungi Hotline 

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini  lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.