Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID :PERANG NAJD (DZATUR RIQA')

Dipublikasikan pada 12 May 2024 23:51
https://api-uploads.umra.id/banner/be3ce66e-9fcd-4380-88a2-abab9d3a562a.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang PERANG NAJD (DZATUR RIQA') yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian sebelumnya, klik disini

 

 

Perang dengan orang Badui Ghathafan 

 

Pengaruh kekuasaan kaum Muslimin di Madinah semakin kuat dengan kemenangan yang diperoleh dalam perang Bani Nadhir tanpa pengorbanan apa pun ini. Saat itu, orang-orang munafik juga terlecehkan karena mereka menampakkan kelicikannya. Rasulullah ﷺ semakin mempunyai kesempatan untuk mengatasi orang-orang Arab Badui yang selalu mengganggu kaum Muslimin seusai Perang Uhud dan yang pernah berinisiatif untuk menyerang Madinah. 

 

Sebelum Nabi ﷺ memberi pelajaran terhadap orang-orang yang melanggar perjanjian dan berkhianat, ada berita yang disampaikan mata-mata Madinah tentang mobilisasi orang-orang Badui dan pedalaman dari Bani Muharib dan Tsa'labah dari Ghathafan untuk melakukan serangan. Karena itu, beliau segera pergi ke sana. Setelah melihat kedatangan beliau dan pasukan kaum Muslimin, ternyata orang-orang Badui dan pedalaman yang keras kepala itu langsung ketakutan. Mereka yang biasanya suka merampas dan merampok itu lari kocar-kacir ke segala penjuru dan bersembunyi di puncak-puncak bukit. Dengan demikian, kaum Muslimin mampu menggetarkan hati orang-orang Badui itu, kemudian mereka pulang ke Madinah. 

 

Sehubungan dengan peristiwa tersebut, para pakar peperangan dan sirah menyebutkan adanya satu peperangan yang dilakukan kaum Muslimin di Najd pada Rabi'ul Awwal atau Jumadil Ula 4 H. Perang ini mereka namakan peperangan Dzatur Riqa'. Tidak dipungkiri bahwa peperangan pada masa-masa itu memang terjadi. Tetapi, kondisi Madinah pada saat itu perlu pertimbangan yang lebih masak untuk berperang. Sebab, Perang Badar kedua seperti yang dijanjikan Abu Sufyan saat dia kembali dari Perang Uhud sudah semakin dekat. Mengosongkan Madinah untuk berperang di luar, dan membiarkan orang-orang Badui serta Arab pedalaman tetap membangkang dan melakukan pemberontakan, tentu amat riskan bagi kepentingan politik dan strategi perang. Untuk itu kejahatan orang-orang Badui tersebut harus diamputasi lebih dahulu sebelum kaum Muslimin terjun ke Perang Badar kedua. (Artikel tentang Perang Badar kedua dapat dibaca disini

 

Tidak benar bila Perang Dzatur Riqa' yang dikomandani Rasulullah terjadi pada Rabi'ul Awwal atau Jumadil Ula itu. Sebab, Abu Hurairah dan Abu Musa Al-Asy'ari ikut bergabung dalam peperangan itu. Padahal, Abu Hurairah masuk Islam beberapa hari sebelum Perang Khaibar, dan Abu Musa Al-Asy'ari bergabung dengan Nabi ﷺ di Khaibar. Jadi Perang Dzatur Riqa' terjadi setelah Perang Khaibar. Bukti lain yang menguatkan bahwa perang ini terjadi setelah tahun 4 H adalah pada saat peperangan tersebut, Nabi ﷺ mendirikan shalat khauf. Padahal, pensyariatan shalat khauf yang pertama kali terjadi pada waktu Perang Asafan. Sementara itu, tidak ada perbedaan pendapat bahwa Perang Asafan terjadi setelah Perang Khandaq, yang terjadi pada akhir tahun 5 H.

 

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang PERANG NAJD (DZATUR RIQA')  semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus.

 

Selain dapat dikunjungi melelalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini  atau hubungi Hotline  

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini  lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.