Kembali

SERIAL SIROH UMRA.ID : PERANG DENGAN YAHUDI BANI QURAIZHAH (1)

Dipublikasikan pada 14 May 2024 23:33
https://api-uploads.umra.id/banner/7382e76c-7c66-47de-ac35-b9d9ebca14aa.jpg

UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang PERANG DENGAN YAHUDI BANI QURAIZHAH (1) yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian sebelumnya, klik disini

 

 

Perang dengan Yahudi Bani Quraizhah 

 

Pada hari ketika Rasulullah ﷺ kembali ke Madinah, Jibril mendatangi beliau pada waktu Zuhur saat beliau sedang membersihkan badan di rumah Ummu Salamah. Jibril berkata, "Mengapa engkau telah meletakkan senjata? Padahal, para malaikat belum meletakkan senjatanya. Aku tidak kembali ke sini kecuali untuk mengejar musuh. Karena itu, bangkitlah dengan orang-orang yang bersamamu ke Bani Quraizhah. Aku akan berangkat di depanmu. Aku akan mengguncangkan benteng-benteng mereka dan menyusupkan ketakutan ke dalam hati mereka." Jibril pun pergi di dalam iring-iringan para malaikat. 

 

Rasulullah ﷺ memerintahkan seseorang agar memberikan pengumuman kepada orang-orang, "Siapa yang tunduk dan patuh, janganlah sekali-kali mendirikan shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah.” 

 

Madinah diserahkan kepada Ibnu Ummi Maktum. Bendera diserahkan kepada Ali bin Abu Thalib dan menyuruhnya agar lebih dahulu berangkat ke Bani Quraizhah. Setiba di dekat benteng mereka, dia mendengar ejekan yang ditujukan kepada diri beliau.

 

Rasulullah ﷺ pergi di tengah iring-iringan orang-orang Muhajirin dan Anshar hingga tiba di salah satu mata air milik Bani Quraizhah, yang disebut Bi'r Anna. Kaum Muslimin melaksanakan apa yang diperintahkan Rasulullah ﷺ. Secara berkelompok-kelompok mereka berangkat menuju Bani Quraizhah. Mereka masih di tengah perjalanan saat waktu shalat Ashar tiba. Sebagian sahabat menunaikannya saat itu juga, namun sebagian orang berkata, “Kami tidak akan mendirikan shalat Ashar sebelum tiba di Bani Quraizhah seperti yang diperintahkan kepada kita.”, sehingga sebagian orang mendirikan shalat Ashar setelah waktu Isya' akhir. Dalam hal ini, mereka berkata, "Kami tidak saling mempermasalahkan hal ini. Karena yang dimaksudkan beliau adalah agar kami cepat-cepat berangkat. Sekalipun ada yang mendirikan shalat Ashar di tengah perjalanan, tak seorang pun yang mempermasalahkannya.” 

 

Secara berkelompok-kelompok pasukan kaum Muslimin bergerak ke arah Bani Quraizhah dan akhirnya mereka berkumpul dengan Nabi ﷺ. Jumlah mereka 3000 orang. Penunggang kuda ada 30 orang. Mereka mendekati benteng Bani Quraizhah dan diputuskan untuk mengepungnya. Setelah pengepungan dilakukan secara ketat, ada 3 hal yang ditawarkan pemimpin Bani Quraizhah, Ka'ab bin Asad, kepada kaumnya yaitu orang-orang Yahudi:

  1. Mereka masuk Islam dan masuk agama Muhammad. Dengan begitu mereka mendapat jaminan keamanan atas darah, harta, anak-anak dan wanita-wanita mereka. Dalam hal ini dia berkata kepada mereka, "Demi Allah, kalian sudah tahu sendiri bahwa memang dia adalah nabi yang diutus. Dia pula yang namanya kalian baca di dalam Kitab kalian.
  2. Mereka membunuh anak-anak dan wanita-wanita mereka dengan tangan mereka sendiri, lalu mereka berperang melawan Muhammad dengan pedang terhunus hingga meraih kemenangan atau biar saja mereka terbunuh semua dan tak seorang pun yang tersisa.
  3. Langsung menyerang Rasulullah ﷺ dan para shahabat dan melanggar larangan berperang pada hari Sabtu.

 

Namun, orang-orang Yahudi itu menolak semua tawaran tersebut. Pada saat itu pemimpin mereka, Ka'ab bin Asad, berkata dengan nada tinggi karena marah, "Apa yang membuat salah seorang di antara kalian menjadi keras kepala setelah dilahirkan ibunya semalam suntuk?"

 

Tidak ada pilihan lain bagi Bani Quraizhah setelah menolak 3 usulan ini selain pasrah kepada keputusan Rasulullah . Meski demikian mereka masih berusaha menjalin kontak dengan rekan mereka yang sudah masuk Islam. Siapa tahu mereka mau menunjukkan jalan untuk mengambil keputusan yang terbaik. Maka mereka mengirim utusan kepada Rasulullah ﷺ, dengan pesan, "Utuslah Abu Lubabah agar menemui kami. Kami akan meminta pendapatnya."

 

Sebelum masuk Islam Abu Lubabah adalah sekutu mereka. Sementara harta dan anak-anak Abu Lubabah juga ada di wilayah orang-orang Yahudi. Saat melihat kedatangan Abu Lubabah, semua orang Yahudi mengelu-elukannya. Yang laki-laki bangkit mengerumuninya dan para wanita serta anak-anak menangis di hadapannya. Abu Lubabah sangat iba melihat keadaan mereka. Mereka berkata, "Wahai Abu Lubabah, apakah kami harus tunduk kepada keputusan Muhammad?" "Begitulah," jawabnya sambil memberi isyarat dengan tangannya yang diletakkan di leher, yang maksudnya mereka akan dijatuhi hukuman mati. Padahal, tidak selayaknya dia berbuat seperti itu di hadapan mereka.

 

Setelah itu Abu Lubabah sadar bahwa dia telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Seketika itu dia berbalik dan tidak menemui Rasulullah ﷺ. Dia masuk Masjid Nabawi dan mengikat tubuhnya di tiang masjid. Dia bersumpah tidak akan melepaskan tali itu, kecuali beliau sendiri yang melepaskannya dan dia juga tidak akan memasuki wilayah Bani Quraizhah.

 

Setelah beliau mendengar apa yang diperbuat Abu Lubabah, yang sejak lama ditunggu-tunggu kedatangannya, beliau bersabda, "Andaikata dia menemuiku, tentu aku akan mengampuninya. Tetapi, bila dia memang berbuat seperti itu, aku tidak akan melepaskannya, kecuali jika dia bertobat kepada Allah."

 

Sekalipun Abu Lubabah sudah mengisyaratkan seperti itu, mereka tetap mengambil keputusan untuk pasrah kepada keputusan Rasulullah ﷺ, yang sebelumnya mereka sudah berusaha bertahan menghadapi pengepungan yang panjang. Apalagi bahan makanan, air, dan peralatan cukup menunjang untuk itu. Di samping itu, kaum Muslimin terus-menerus diserang hawa dingin dan rasa lapar, karena mereka berada di tempat yang terbuka, ditambah lagi kondisi badan mereka yang letih sehabis diperas menghadapi pasukan sekutu gabungan dari kaum Quraisy dan Ghathafan.

 

 

 

Demikianlah artikel UMRAID tentang PERANG DENGAN YAHUDI BANI QURAIZHAH  (1)  semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus. 

 

Selain dapat dikunjungi melelalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini  atau hubungi Hotline  

 

Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini   atau hubungi hotline   untuk mendapatkan bantuan. 

 

Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini  lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.