UMRA.ID, Jakarta - Assalamualaikum, kali ini UMRA.ID membagikan tulisan SERIAL SIROH UMRA.ID yaitu tentang PENAKLUKAN MEKKAH (8) yang insya Allah sangat bermanfaat bagi pembaca. Dengan mempelajari bahan bacaan yang UMRA.ID bagikan ini, semoga pembaca mendapatkan manfaat yakni mempertebal pengetahuan Islam dan meningkatkan keimanan. Bagi pembaca yang belum maupun yang telah melaksanakan Umroh dan Haji dapat memetik hikmah dengan bertambahnya wawasan Islamnya. (Bagi yang ingin mengikuti tulisan bagian sebelumnya, klik disini)
Pasukan Islam Berada di Dzu Thuwa
Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan hingga tiba di Dzi Thuwa. Di sana beliau menundukkan kepala karena hendak menunjukkan ketundukan kepada Allah saat melihat kemenangan yang dianugerahkan oleh-Nya. Jenggot beliau hampir menyentuh pelana."
Di sini pula beliau membagi pasukan. Khalid bin Al-Walid ditempatkan di sayap kanan bersama Bani Aslam, Sulaim, Ghifar, Muzainah, Juhainah dan beberapa kabilah Arab lainnya. Beliau memerintahkan pasukan Khalid ini masuk dari dataran rendah Mekkah. Beliau bersabda, "Jika ada orang-orang Quraisy yang menghadang kalian, perangilah mereka, dan tunggulah kedatanganku di Shafa.
Az-Zubair bin Al-Awwam menempati sayap kiri, membawa bendera Rasulullah ﷺ dan memerintahkannya agar masuk Mekkah dari dataran tingginya, tepatnya dari arah Kada'. Beliau memerintahkan untuk menancapkan benderanya di Al-Hajun dan tidak boleh meninggalkan tempat itu hingga beliau tiba di sana. Sementara Abu Ubaidah bersama beberapa orang tanpa membawa senjata diperintahkan untuk masuk langsung ke tengah lembah hingga masuk Mekkah di depan Rasulullah ﷺ.
Pasukan Islam Masuk Mekkah
Tiap-tiap satuan pasukan Islam bergerak melewati jalan yang telah ditetapkan untuk masuk Mekkah. Siapapun yang menghadang Khalid dan rekan-rekannya pasti dilibas. Dalam peristiwa ini, dua anggota pasukan Khalid gugur, yaitu Kurz bin Jabir Al-Fihr dan Khunais bin Khalid bin Rabi'ah. Keduanya tersesat dari induk pasukan, sehingga melewati jalan lain yang tidak semestinya. Karena itulah, mereka berdua dibunuh oleh orang-orang Quraisy.
Orang-orang Quraisy yang bodoh dan sedang berkumpul di Khandamah berhadapan dengan Khalid. Pertempuran pun tidak terelakkan, sehingga Khalid dapat membunuh dua belas orang musyrik. Karena terdesak, mereka melarikan diri. Hammas bin Qais yang tadinya mempersiapkan senjata juga melarikan diri, masuk ke dalam rumahnya, sambil berkata kepada istri nya, "Cepat tutup pintu rumahku. Istrinya berkata, "Lalu apa artinya yang pernah engkau katakan?" Dia menjawab dalam sebuah syair:
Andaikan engkau tahu saat-saat di Khandamah
Saat Shafwan dan Ikrimah melarikan diri Pedang orang- orang Mukmin teracung ke arah kami
Membabat setiap batang leher dan kepala
Tiada terdengar kecuali suara para pahlawan
Mereka mengaum seperti singa dalam barisan
Khalid bin Al-Walid terus memasuki Mekkah dan menunggu kedatangan Rasulullah di Shafa. Sementara itu Az-Zubair terus merangsek hingga dapat menancapkan bendera di Al-Hujun, di tempat dilakukannya sujud saat penaklukan dan tetap di sana hingga Rasulullah ﷺ tiba di tempat itu.
Demikianlah artikel UMRAID tentang PENAKLUKAN MEKKAH (8) semoga bermanfaat bagi pembaca. UMRAID menyediakan perjalanan umroh dalam grup ataupun umroh privat yang dapat diatur sendiri. Selain umroh, UMRAID melayani perjalanan wisata halal dan haji khusus.
Selain dapat dikunjungi melelalui website UMRAID juga dapat dikunjungi dengan cara mengunduh aplikasi UMRAID di Android maupun iOS (Apple) disini atau hubungi Hotline.
Pembaca bisa bergabung bersama UMRAID untuk memulai bisnis pemasaran umroh dengan cara mudah dan pendapatan berlimpah. Pilihannya yakni mendaftar sebagai cabang dengan terlebih dulu mengisi permohonan disini atau hubungi hotline untuk mendapatkan bantuan.
Atau bergabung dalam program Affiliator Marketing Program, cukup modal gawai sudah bisa jalankan bisnis umroh, klik disini lalu temukan produk UMRA.ID kemudian mulai pasarkan melalui chat messenger dan media sosial.